ESTIMASI UPAH DAN MATERIAL PEKERJAAN SWAKELOLA
OLEH MASYARAKAT SETEMPAT
Pada kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur yang bersifat pemberdayaan atau swakelola oleh masyarakat setempat, seringkali pengelola kegiatan merasa kesulitan dalam menentukan jumlah material, tenaga kerja dan peralatan yang terpakai dalam kegiatan tersebut. Hal ini lumrah terjadi mengingat selama ini bantuan untuk pembangunan infrastruktur yang bersifat pemberdayaan masyarakat atau swakelola tidak mesti dialokasikan pada instansi teknis yg sudah terbiasa mengelola infrastruktur. Adakalanya pemerintah atau pemerintah daerah mengalokasikan dana bantuan infrastruktur pada instansi non teknis seperti kantor yang manangani pemberdayaan masyarakat desa, kantor camat hingga pada kantor kelurahan. Jenis bantuan infrastruktur dapat beragam tetapi pada intinya kegiatan tersebut adalah pelibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.
Terdapat perbedaan metode estimasi material, jumlah tenaga kerja dan peralatan pada kegiatan yang bersifat kontraktual atau menggunakan rekanan dengan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat setempat untuk pembangunan infrastruktur.
Estimasi untuk pekerjaan yang bersifat kontraktual dengan rekanan biasanya menggunakan acuan analisa Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Metode perhitungannya, setelah volume pekerjaan diketahui lalu dimasukan dalam analisa harga satuan yang digunakan akan didapatkan real cost untuk pekerjaan tersebut. Selanjutnya pada jumlah real cost ditambahkan overhead dan pajak (biasanya) masing-masing 10%. Kemudian akan didapatkanlah nilai total yang merupakan nilai dari satu paket kegiatan infrastruktur untuk dilelangkan pada rekanan.
Pada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat swakelola yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat, estimasi material, jumlah pekerja, dan peralatan biasanya menggunakan analisa BOW. Alasan penggunaan BOW adalah sumberdaya yang dipekerjakan belum atau sama sekali tidak terlatih, sehingga kemungkinan inefisiensi lebih sering terjadi, baik untuk jumlah material yang terpakai maupun waktu pelaksanaan.
Metode estimasi pada pekerjaan swakelola yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan metode estimasi pekerjaan untuk rekanan. Biasanya kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat diarahkan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak menggunakan teknologi tinggi, tidak menggunakan peralatan (alat berat) dalam jumlah banyak. Tetapi justeru diharapkan dapat merekrut sebanyak mungkin tenaga kerja lokal yang tertampunng dalam kegiatan tersebut. Untuk melakukan estimasi material, tenaga kerja dan peralatan pada kegiatan yang bersifat swakelola oleh masyarakat setempat dapat dijelas seperti dibawah ini.
Pada umumnya pagu dari kegiatan sudah ditetapkan, tinggal menghitung volume pekerjaan infrastruktur yang dapat diselesaikan dengan pagu tersebut. Maka langkah-langkah estimasi dihitung terbalik. Secara sederhana dapat disampaikan bahwa estimasi kebutuhan material, tenaga kerja dan peralatan pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan bidang infrastruktur sama dengan cara membuat laporan harian pada pekerjaan kontraktual. Dari volume pekerjaan dikalikan dengan koefisien anlisa harga satuan yang digunakan.
Sebagai contoh jika menggunakan analisa BOW untuk pekerjaan pasangan batu kali, koefisien untuk tukang batu sebesar 1,2. Artinya adalah untuk menyelesaikan 1 M3 pekerjaan pasangan batu kali hanya membutuhkan 1,2 tukang batu. Begitu juga dengan material yang terpakai koefisien semen untuk pasangan batu kali sebesar 4,0715 zak semen. Artinya adalah untuk menyelesaikan 1 M3 pekerjaan pasangan batu kali dibutuhkan 4,0715 zak semen.
Jika volume pekerjaan mencapai 15 M3 pasangan batu kali maka jumlah tukang batu yang diperlukan sebanyak 1,2 x 15 = 18 tukang batu. Demikian juga untuk menghitung semen yang dibutuhkan sebanyak 4,0715 x 15 = 61,07 zak semen. Demikian juga cara menghitung pekerja dan material yang lain tinggal mengalikan dengan koefisien pekerja dan material tersebut.
Hasil perkalian antara koefisien dengan volume perkerjaan merupakan kebutuhan dalam satu hari. Jumlah pekerja dan material ini juga dipengaruhi oleh lama pekerjaan tersebut direncakan selesai. Misalkan untuk pekerjaan pasangan batu kali tersebut diatas direncakan selesai dalam waktu 6 hari maka jumlah tukang yang dibutuhkan adalah sebanyak 18/6 hari yaitu sebanyak 3 orang. Sedangkan untuk kebutuhan semen adalah sebanyak 61,07/6 hari yaitu sebanyak 10,2 zak semen yang diperlukan tiap harinya. Artinya tukang batu sebanyak 3 orang tersebut membutuhkan 10,2 zak semen tiap hari dan akan bekerja selama 6 hari untuk menyelesaikan pekerjaan pasangan batu kali sebanyak 15 M3.
Rianto
Komentar Terakhir